" Semua info dan tayangan ini untuk sementara bersifat rahasia, untuk kepentingan internal saja sampai suatu saat layak di publish ke umum, berisi tentang adegan semua kegiatan produksi, marketing, pelatihan dan pengembangan, outing, dll " dibelakang layar " Behind the scenes " rumahjahit.com "

Minggu, 24 Juli 2011

Tips membeli Mesin Jahit

Banyak sekali jenis mesin jahit yang ada dipasaran, dari yang hanya berharga ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Untuk anda yang hanya ingin menggunakan mesin jahit untuk hobby atau penjahit rumahan seperti aku, rasanya tidak perlu membeli mesin jahit high speed kelas industri,
cukup mesin jahit bermesin kecil atau mesin jahit manual. Kecuali utuk mesin obras atau mesin neci, aku sarankan untuk membeli mesin besar karena hasil nya lebih bagus dan kuat dibandingkan mesin obras dinamo kecil.

Tidak harus membeli mesin yang baru kok, beli saja mesin second, tapi kita harus teliti dan
hati-hati membeli mesin second ini.
Bila kita sudah memutuskan untuk membeli mesin jahit low speed (mesin jahit dinamo kecil),
biasanya akan muncul lagi pertanyaan,
akan memilih mesin jahit multifungsi (portable) atau mesin jahit lurus (mesin kayuh/manual)….
kalau menurut aku sih,
kalo bisa kita beli dua-duanya :)….dengan mesin jahit portable(multifungsi),
kita bisa memilih banyak model jahitan/variasi (tergantung jenis mesin),
jadi tidak hanya jahitan lurus saja,
selain itu mesin ini juga bisa digunakan untuk membuat lubang kancing, jahitan semi obras
dan
semi neci. Nah biasanya aku mengkombinasikan kedua mesin tsb, untuk menjahit lurus aku
gunakan mesin jahit lurus, sedangkan untuk menjahit variasi atau membuat lubang kancing aku
gunakan mesin jahit portable ini. Salah satu kelebihan mesin jahit portable adalah mesin
jahit ini bisa kita bawa-bawa (portable), tapi kelemahannya adalah kalau mati listrik,
mesin ini tidak bisa kita gunakan, sedangkan mesin jahit kayuh masih bisa kita genjot kan.

Kalau aku diharuskan untuk membeli salah satunya dulu, mungkin aku akan membeli mesin jahit
portable terlebih dahulu, karena mesin jahit ini memiliki fungsi yang lengkap dan lebih
mudah dioperasikan daripada mesin jahit manual (kayuh). Percaya atau tidak,
banyak mereka yang bisa/biasa menjahit mengunakan mesin dinamo, begitu disuruh genjot,
nggak maju-maju tuh….alias tidak bisa.

Tapi dalam memilih mesin jahit portable, kita harus teliti dan hati-hati karena saat ini dipasaran banyak sekali daleman mesin (tuas,poros,dll) yang menggunakan material yang terbuat dari plastik, sehingga berat mesin sangat enteng tetapi daya tahan dan kekuatan sangat berkurang. Aku punya pengalaman sewaktu membeli mesin jahit portable di sebuah toko mesin di jalan P.Jayakarta Jakarta Pusat, dengan harga yang sama ada dua buah jenis mesin yang ditawarkan, yang satu tampilannya sangat modern merk xxxx (maaf aku ga mau nulis namanya) dan satu lagi agak kuno karena bentuknya agak kotak (merek xxxx).

Untuk merk yang pertama hampir 90 % body luarnya adalah plastik, sedangkan merk kedua
hanya bagian atasnya saja yang terbuat dari plastik, sedangkan bagian bawahnya masih terbuat dari besi, sehingga dari berat saja kedua mesin tsb jelas berbeda.Kemudian aku minta agar kedua mesin itu dibuka dalamnya, dan benar saja untuk merek pertama lebih banyak onderdil plastiknya sedangkan yang kedua masih menggunakan besi.

Terakhir aku minta test jahit, mesin pertama suaranya agak berisik sedangkan yang kedua
lebih halus.Jadilah aku memilih mesin jahit merk kedua, meskipun penampilannya lebih kaku
dan kuno tapi aku yakin kekuatannya jauh lebih bandel daripada mesin jahit plastik tadi
(padahal mesin itu dari merk terkenal).

Terakhir, jangan heran kalau kita ke toko mesin jahit yang cukup besar, akan kita dapati merk-merk mesin jahit yang sebelumnya belum pernah kita dengar atau bayangkan seperti Yamato, Pegasus, Bernina, Mitsubhisi, Toyota, Brothers, Chiyoda dll….. biasanya merk-merk itu digunakan untuk mesin jahit industri bukan rumahan.
sumber : http://www.facebook.com/topic.php?uid=85972844557&topic=10203

0 komentar:

Poskan Komentar